Info Detail
Dalam proses publikasi ilmiah, desk rejection merupakan penolakan naskah oleh editor jurnal sebelum artikel dikirim ke reviewer. Proses ini biasanya berlangsung cepat dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah submit karena editor melakukan seleksi awal berdasarkan kesesuaian topik, format, dan kualitas umum naskah. Meskipun bukan penilaian terhadap kualitas ilmiah secara menyeluruh, desk rejection sering terjadi akibat kesan awal yang kurang sesuai dengan standar jurnal tujuan.
Apa Itu Desk Rejection?
Desk rejection adalah keputusan editor jurnal
untuk menolak naskah sebelum memasuki tahap peer review. Penolakan ini
umumnya bukan disebabkan oleh kesalahan metodologi yang mendalam, melainkan
karena ketidaksesuaian awal antara naskah dan kriteria jurnal, baik dari sisi
ruang lingkup, format, maupun presentasi naskah.
Penyebab Umum Desk Rejection
Beberapa faktor yang sering menjadi alasan desk
rejection antara lain:
1.
Tidak
Sesuai Ruang Lingkup (Out of Scope)
Topik penelitian tidak relevan dengan fokus dan cakupan bidang ilmu jurnal yang
dituju.
2.
Format
Tidak Sesuai Aturan Jurnal
Naskah tidak mengikuti author guidelines, seperti template, gaya sitasi,
atau batas jumlah kata.
3.
Minim
Kebaruan (Lack of Novelty)
Topik atau temuan penelitian terlalu umum, sempit, atau belum menunjukkan
kontribusi baru yang jelas terhadap bidang keilmuan.
4.
Plagiasi
atau Similarity Tinggi
Tingkat kemiripan naskah terlalu tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan
kemiripan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait orisinalitas.
5.
Masalah
Bahasa dan Kejelasan Penulisan
Banyak kesalahan tata bahasa, typo, atau alur penulisan yang kurang jelas,
sehingga mengganggu keterbacaan naskah.
Tips Singkat Menghindari Desk Rejection
Untuk meminimalkan risiko desk rejection,
penulis dapat melakukan beberapa langkah berikut sebelum mengirimkan naskah:
·
Pahami
Fokus dan Scope Jurnal
Pastikan topik penelitian benar-benar relevan dengan jurnal tujuan.
·
Gunakan
Template Resmi dan Ikuti Author Guidelines
Unduh dan terapkan template terbaru yang disediakan oleh jurnal, termasuk
format sitasi dan struktur artikel.
·
Periksa
Orisinalitas dan Kebaruan
Lakukan pengecekan kemiripan naskah serta perjelas kontribusi dan kebaruan
penelitian, khususnya pada bagian abstrak dan pendahuluan.
·
Lakukan
Proofreading Menyeluruh
Baca ulang naskah untuk memastikan tidak ada kesalahan tata bahasa, typo,
maupun kalimat yang ambigu.
Desk rejection merupakan bagian dari proses
seleksi awal dalam publikasi ilmiah dan tidak selalu mencerminkan kualitas
substansial penelitian. Dengan memastikan kesesuaian jurnal tujuan, kerapian
format, kejelasan kontribusi ilmiah, serta kualitas penulisan, penulis dapat
meningkatkan peluang naskah untuk melanjutkan ke tahap peer review.
Info Terbaru
Beasiswa Taiwan 2026 oleh Ministry of Education (MoE) untuk Pelajar Indonesia
04 Februari 2026 Mushaf
Beasiswa Taiwan 2026 oleh Ministry of Education (MoE) untuk Pelajar Indonesia
04 Februari 2026 Mushaf
Peluang Studi S2 dan S3 melalui Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2026 Skema SHARE
29 Januari 2026 Mushaf
Peluang Studi S2 dan S3 melalui Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2026 Skema SHARE
29 Januari 2026 Mushaf
Rekomendasi Tools Terjemahan untuk Membantu Menerjemahkan Jurnal Internasional
28 Januari 2026 Mushaf