Info Detail

Hindari Desk Rejection: Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

09 Februari 2026 Mushaf

Dalam proses publikasi ilmiah, desk rejection merupakan penolakan naskah oleh editor jurnal sebelum artikel dikirim ke reviewer. Proses ini biasanya berlangsung cepat dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah submit karena editor melakukan seleksi awal berdasarkan kesesuaian topik, format, dan kualitas umum naskah. Meskipun bukan penilaian terhadap kualitas ilmiah secara menyeluruh, desk rejection sering terjadi akibat kesan awal yang kurang sesuai dengan standar jurnal tujuan.

 

Apa Itu Desk Rejection?

Desk rejection adalah keputusan editor jurnal untuk menolak naskah sebelum memasuki tahap peer review. Penolakan ini umumnya bukan disebabkan oleh kesalahan metodologi yang mendalam, melainkan karena ketidaksesuaian awal antara naskah dan kriteria jurnal, baik dari sisi ruang lingkup, format, maupun presentasi naskah.

 

Penyebab Umum Desk Rejection

Beberapa faktor yang sering menjadi alasan desk rejection antara lain:

1.       Tidak Sesuai Ruang Lingkup (Out of Scope)
Topik penelitian tidak relevan dengan fokus dan cakupan bidang ilmu jurnal yang dituju.

2.       Format Tidak Sesuai Aturan Jurnal
Naskah tidak mengikuti author guidelines, seperti template, gaya sitasi, atau batas jumlah kata.

3.       Minim Kebaruan (Lack of Novelty)
Topik atau temuan penelitian terlalu umum, sempit, atau belum menunjukkan kontribusi baru yang jelas terhadap bidang keilmuan.

4.       Plagiasi atau Similarity Tinggi
Tingkat kemiripan naskah terlalu tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan kemiripan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait orisinalitas.

5.       Masalah Bahasa dan Kejelasan Penulisan
Banyak kesalahan tata bahasa, typo, atau alur penulisan yang kurang jelas, sehingga mengganggu keterbacaan naskah.

 

Tips Singkat Menghindari Desk Rejection

Untuk meminimalkan risiko desk rejection, penulis dapat melakukan beberapa langkah berikut sebelum mengirimkan naskah:

·       Pahami Fokus dan Scope Jurnal
Pastikan topik penelitian benar-benar relevan dengan jurnal tujuan.

·       Gunakan Template Resmi dan Ikuti Author Guidelines
Unduh dan terapkan template terbaru yang disediakan oleh jurnal, termasuk format sitasi dan struktur artikel.

·       Periksa Orisinalitas dan Kebaruan
Lakukan pengecekan kemiripan naskah serta perjelas kontribusi dan kebaruan penelitian, khususnya pada bagian abstrak dan pendahuluan.

·       Lakukan Proofreading Menyeluruh
Baca ulang naskah untuk memastikan tidak ada kesalahan tata bahasa, typo, maupun kalimat yang ambigu.

 

Desk rejection merupakan bagian dari proses seleksi awal dalam publikasi ilmiah dan tidak selalu mencerminkan kualitas substansial penelitian. Dengan memastikan kesesuaian jurnal tujuan, kerapian format, kejelasan kontribusi ilmiah, serta kualitas penulisan, penulis dapat meningkatkan peluang naskah untuk melanjutkan ke tahap peer review.

Ada yang bisa kami bantu? WhatsApp