Info Detail
Dalam menyusun sebuah
penelitian, perlu mengidentifikasi research gap atau celah penelitian
sebagai dasar dalam merumuskan masalah yang relevan dan memiliki nilai
kebaruan. Research gap membantu menunjukkan posisi penelitian yang akan
dilakukan dibandingkan dengan studi sebelumnya, baik dari sisi teori, metode,
maupun objek kajian. Dengan memahami berbagai jenis gap riset, peneliti dapat
menentukan arah penelitian secara lebih jelas dan sistematis. Berikut ini tujuh
macam research gap yang sering digunakan sebagai landasan dalam
merumuskan permasalahan penelitian.
1. Evidence Gap
Evidence gap muncul ketika sejumlah
penelitian sebelumnya menghasilkan kesimpulan tertentu, tetapi kesimpulan
tersebut menunjukkan kontradiksi jika ditinjau dari sudut pandang yang lebih
luas atau lebih abstrak.
2. Knowledge Gap
Knowledge gap merupakan masalah penelitian
yang sering ditemukan dalam artikel ilmiah. Gap ini dapat terjadi karena adanya fenomena yang belum pernah diteliti sebelumnya dan,
hasil penelitian yang diperoleh berbeda dari harapan atau prediksi awal
penelitian.
3. Practical
Knowledge Gap
Practical knowledge gap terjadi ketika implementasi
praktis dari sebuah pengetahuan atau perilaku disuatu bidang tidak sesuai dari
perilaku yang diharapkan secara teoritis. Perbedaan antara aspek praktis dan
teoritis dapat mendorong munculnya riset baru untuk mengidentifikasi tingkat
kesenjangan serta menjelaskan penyebab fenomena tersebut.
4. Methodological Gap
Methodological gap muncul karena adanya perbedaan
atau kontradiksi dari penggunaan metode pada penelitian sebelumnya atau
karena kelemahan metodologis yang masih terdapat dalam penelitian sebelumnya.
5. Emprical Gap
Empirical gap menunjukkan adanya kelemahan
pada aspek empiris dalam penelitian sebelumnya. Secara praktis, gap ini dapat
berupa sebuah uraian bahwa belum ada penelitian yang menginvestigasi sebuah
topik tertentu dari sudut pandang empiris. Seluruh penelitian yang sudah pernah
dilakukan sebelumya berbasis teortits atau argument kualitatif dan tidak
didukung aspek empiris
6. Theoritical Gap
Theoretical gap menjelaskan adanya
kelemahan penelitian sebelumnya dari sisi pengembangan teori, seperti kurangnya
kerangka konseptual yang kuat atau belum adanya model teoretis yang mampu
menjelaskan fenomena secara komprehensif
7. Population Gap
Population gap terjadi ketika penelitian
sebelumnya belum melibatkan kelompok populasi tertentu.
Contohnya, kajian
tentang suatu teori atau fenomena belum pernah dilakukan pada gender, etnis,
kelompok usia, atau segmen masyarakat tertentu.
Info Terbaru
Daftar Beasiswa Kuliah Gratis dari Pemerintah untuk Mahasiswa Indonesia
25 Februari 2026 Mushaf
Daftar Beasiswa Kuliah Gratis dari Pemerintah untuk Mahasiswa Indonesia
25 Februari 2026 Mushaf
Rekomendasi Tools AI untuk Mendukung Riset Akademik yang Perlu Kamu Coba
13 Februari 2026 Mushaf