Info Detail

Tujuh Jenis Gap Riset yang Wajib Dipahami Peneliti

25 Februari 2026 Mushaf

Dalam menyusun sebuah penelitian, perlu mengidentifikasi research gap atau celah penelitian sebagai dasar dalam merumuskan masalah yang relevan dan memiliki nilai kebaruan. Research gap membantu menunjukkan posisi penelitian yang akan dilakukan dibandingkan dengan studi sebelumnya, baik dari sisi teori, metode, maupun objek kajian. Dengan memahami berbagai jenis gap riset, peneliti dapat menentukan arah penelitian secara lebih jelas dan sistematis. Berikut ini tujuh macam research gap yang sering digunakan sebagai landasan dalam merumuskan permasalahan penelitian.

1.    Evidence Gap
Evidence gap muncul ketika sejumlah penelitian sebelumnya menghasilkan kesimpulan tertentu, tetapi kesimpulan tersebut menunjukkan kontradiksi jika ditinjau dari sudut pandang yang lebih luas atau lebih abstrak.

2.    Knowledge Gap
Knowledge gap merupakan masalah penelitian yang sering ditemukan dalam artikel ilmiah. Gap ini dapat terjadi karena adanya fenomena yang belum pernah diteliti sebelumnya dan, hasil penelitian yang diperoleh berbeda dari harapan atau prediksi awal penelitian.

3.    Practical Knowledge Gap
Practical knowledge gap terjadi ketika implementasi praktis dari sebuah pengetahuan atau perilaku disuatu bidang tidak sesuai dari perilaku yang diharapkan secara teoritis. Perbedaan antara aspek praktis dan teoritis dapat mendorong munculnya riset baru untuk mengidentifikasi tingkat kesenjangan serta menjelaskan penyebab fenomena tersebut.

4.    Methodological Gap
Methodological gap muncul karena adanya perbedaan atau kontradiksi dari penggunaan metode pada penelitian sebelumnya atau karena kelemahan metodologis yang masih terdapat dalam penelitian sebelumnya.

5.    Emprical Gap
Empirical gap menunjukkan adanya kelemahan pada aspek empiris dalam penelitian sebelumnya. Secara praktis, gap ini dapat berupa sebuah uraian bahwa belum ada penelitian yang menginvestigasi sebuah topik tertentu dari sudut pandang empiris. Seluruh penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumya berbasis teortits atau argument kualitatif dan tidak didukung aspek empiris

6.   Theoritical Gap
Theoretical gap menjelaskan adanya kelemahan penelitian sebelumnya dari sisi pengembangan teori, seperti  kurangnya kerangka konseptual yang kuat atau belum adanya model teoretis yang mampu menjelaskan fenomena secara komprehensif

7.    Population Gap
Population gap terjadi ketika penelitian sebelumnya belum melibatkan kelompok populasi tertentu.
Contohnya, kajian tentang suatu teori atau fenomena belum pernah dilakukan pada gender, etnis, kelompok usia, atau segmen masyarakat tertentu.

Ada yang bisa kami bantu? WhatsApp